Depan | Buku Tamu | Tentang Kami | Info Iklan | Berita | Kamus Perkapalan | Hubungi Kami |
ZONA ANGGOTA
 
Login Zona Anggota !
Daftar Zona Anggota !
 
10 Anggota Terbaru
Amaluddin Latief
  PRIBADI
Test Nadir
 
Jarod Gs Battery
  GS BATTERY
Tester1337
  S
Dindaaaa
  CUSTOM
Demo Registrasi
  PT SEJAHTERA RAYA INDONESIA
Dinda
  MUEZZA
Nadir (user Test)
  NDRLANDAPPS.SITE
Amaluddin Latief
 
Sandra Lehmann
  MEGA LANGGENG UTAMA
Mari bergabung dengan 3609 anggota lainnya.
 
 
KATEGORI IKLAN
 
Untitled Document
Bulk Carrier Ship
Cargo Offer
Container Ship
Crews Market
Engine and Spareparts
General Cargo Ship
Jet Ski
Kanoe and Kayak
Navigation Systems
Speed Boat
Tanker
Tug Boat and Barge
Wanted
Wood Ship
Yacht and Fishing Boat
 
     
INFORMASI STATISTIK
 
Pengunjung situs ini :
 
BUKU TAMU
 
Fivil Ocwantianus
  thank you for all information..
Wicaksono
  terima kasih di ijin kan untuk bergabung, semoga akan banyak memberikan manfaat terutama bertambahnya pertemanan . salam. sukses selalu untuk semuanya...
Fivil Ocwantianus
  we are the tugbarge agency, provide tugboat & barge ship charter, 230 - 300 feet, time charter/freight charter, commercial contact : wa/sms : 6281317018890, thetugbargeagency@yahoo.com...
  lihat komentar lain..
 
 


Setting Terbaik
I.E v6.x dan Firefox v1.5
1024 x 800

 
 
14 Okt 2021
  Pandemi Covid-19 Meningkatkan Akselerasi Digitalisasi Dunia Pelayaran Global
30 Sep 2021
  Persiapan Implementasi National Logistics Ecosystem (NLE) Di Pelabuhan Belawan
20 Sep 2021
  Pelindo 3 Dapat Suntikan Rp. 1,2 T Untuk Pengembangan Pelabuhan Benoa
13 Sep 2021
  Pertamina International Shipping Kerja Sama Dengan Trafigura Untuk Pengiriman Komoditas
08 Sep 2021
  IPC Terminal Peti Kemas Layani Rute Pelayaran Ke Singapura
02 Sep 2021
  BUMN Pelabuhan Resmi Dimerger Pada 1 Oktober 2021
23 Agu 2021
  Pertamina International Shipping Kerja Sama Sewa Kapal Dengan Petronas
18 Agu 2021
  Indonesia Buka Peluang Layanan Bunkering Marine Fuel Oil Di Selat Malaka
09 Agu 2021
  Pelindo I Bekerjasama Dengan Pertamina Trans Kontinental Menggarap Bisnis Marine Services Di Selat Malaka
01 Jul 2021
  Menjawab Tantangan Ekspedisi Hidrogen
 
   
BERITA
15 Des 2014
TERPARAH SEJAK 2009, MINYAK AS NYEMPLUNG DI BAWAH US$60/BAREL  

Untuk pertama kalinya sepanjang lima tahun terakhir, minyak mentah Amerika Serikat turun di bawah US$60 per barel pada Kamis waktu New York, atau Jumat 12 Desember 2014 waktu Indonesia barat.Harga tersebut, seperti dikutip dari laman CNBC, telah melewati level batas bawah (support) psikologis terpenting, dan memperpanjang daftar kerugian sepanjang pekan ini, di tengah kekhawatiran atas kelebihan pasokan.Kontrak minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange dipatok US$59,95 per barel, atau turun 1,6 persen. Ini merupakan penutupan terendah sejak 14 Juli 2009.Sedangkan kontrak Januari, minyak mentah jenis Brent, justru naik 20 sen, atau 0,3 persen menjadi US$64,44 per barel. Sebelumnya, Brent sempat jatuh ke level US$63,70.Sepanjang minggu ini, kontrak minyak kehilangan hampir 9 persen. Bila dirunut dari harga tertingginya pada Juni, sebesar US$107 per barel, harga minyak mentah AS turun sekitar 45 persen.Para pedagang memperingatkan bahwa rendahnya harga minyak mentah tetap sulit dipahami, setelah aksi jual pada enam bulan ini.Sementara itu, rendahnya harga minyak, justru mendorong kenaikan belanja konsumen AS pada bulan November. Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan, murahnya harga bensin berhasil memberikan dorongan untuk belanja liburan.Pada Rabu atau Kamis minggu lalu, harga minyak runtuh, setelah persediaan minyak mentah AS naik secara tak terduga. Ditambah, suara paling berpengaruh di OPEC (Organization Petroleum Exporting Countries), Menteri Perminyakan Arab Saudi, sekali lagi mengabaikan gagasan pemotongan produksi.Beberapa pedagang mengatakan, harga bisa bergejolak, karena pelaku pasar berspekulasi kalau negara eksportir minyak OPEC bakal menurunkan produksi.Aljazair dan Venezuela diharapkan bisa meyakinkan anggota OPEC untuk mengadakan pertemuan darurat pada awal tahun depan. Tetapi, beberapa kalangan meragukan Arab Saudi bakal setuju untuk memangkas produksi."Tidak ada kekuatan yang tersisa dari OPEC atau pun dunia, yang bisa menekan Saudi," kata Tariq Zahir, analis di Tyche Capital Advisors, New York, seperti dikutip kantor berita Reuters.Beberapa produsen minyak, kata dia, bakal menghentikan eksplorasi akibat turunnya harga minyak. Namun, produsen lain yang masih bisa profit pada harga yang lebih rendah, justru dapat mendorong produksinya untuk meningkatkan pendapatan dengan menaikkan volume produksi."Jika harga minyak di bawah level US$50-an per barel, produsen minyak non-OPEC kemungkinan akan meningkatkan produksi. Karena, itu satu-satunya cara mereka untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan dengan menjual di harga tersebut," ujarnya.

Sumber Berita: VIVAnews


     
 
 
 
00 0000
  VGAGUNMIZUGVQSXVBW