Depan | Buku Tamu | Tentang Kami | Info Iklan | Berita | Kamus Perkapalan | Hubungi Kami |
ZONA ANGGOTA
 
Login Zona Anggota !
Daftar Zona Anggota !
 
10 Anggota Terbaru
Chairullatif Aji Sadewa
  AKSANTARA
Farhan Mzr
  AKSANTARA
M. Nashir
  NASHIR.ID
Hasuna Daylailatu
  BUMBU MAS PUR
Amaluddin Latief
  PRIBADI
Jarod Gs Battery
  GS BATTERY
Tester1337
  S
Dindaaaa
  CUSTOM
Demo Registrasi
  PT SEJAHTERA RAYA INDONESIA
Dinda
  MUEZZA
Mari bergabung dengan 3612 anggota lainnya.
 
 
KATEGORI IKLAN
 
Untitled Document
Bulk Carrier Ship
Cargo Offer
Container Ship
Crews Market
Engine and Spareparts
General Cargo Ship
Jet Ski
Kanoe and Kayak
Navigation Systems
Speed Boat
Tanker
Tug Boat and Barge
Wanted
Wood Ship
Yacht and Fishing Boat
 
     
INFORMASI STATISTIK
 
Pengunjung situs ini :
 
BUKU TAMU
 
Fivil Ocwantianus
  thank you for all information..
Wicaksono
  terima kasih di ijin kan untuk bergabung, semoga akan banyak memberikan manfaat terutama bertambahnya pertemanan . salam. sukses selalu untuk semuanya...
Fivil Ocwantianus
  we are the tugbarge agency, provide tugboat & barge ship charter, 230 - 300 feet, time charter/freight charter, commercial contact : wa/sms : 6281317018890, thetugbargeagency@yahoo.com...
  lihat komentar lain..
 
 


Setting Terbaik
I.E v6.x dan Firefox v1.5
1024 x 800

 
 
30 Jun 2022
  Dwelling Time Di Pelabuhan Tanjung Priok Kembali Naik
29 Jun 2022
  8 Tips Keselamatan Saat Berlayar
28 Jun 2022
  Perhatikan 10 Hal Ini Saat Mengaktifkan Auto-Pilot Di Kapal (2)
27 Jun 2022
  Perhatikan 10 Hal Ini Saat Mengaktifkan Auto-Pilot Di Kapal (1)
26 Jun 2022
  Biaya Angkut Lebih Murah Dengan Supertanker
25 Jun 2022
  Apa Perbedaan Kapal Bulk Dan Break Bulk?
24 Jun 2022
  Cara Menavigasi Kapal
23 Jun 2022
  Di Rusia, Perahu Tua Indonesia Disulap Jadi Furnitur Mahal
22 Jun 2022
  Sebelum Berlayar, Kapal Wajib Punya Dokumen Ini
21 Jun 2022
  10 Perlengkapan Ini Wajib Ada Di Kapal
 
   
BERITA
13 Mei 2022
JEPANG LUNCURKAN KAPAL OTONOMOUS PERTAMA DI DUNIA  

Penulis: Hasuna Daylailatu Kapal tanpa awak atau kapal otonomous untuk pertama kalinya di dunia akhirnya berlayar di laut, yaitu dua kapal kontainer milik Jepang, Maret silam. Tes pertama dilakukan terhadap Mikage, kapal otonomous setinggi 95 meter milik Mitsui Lines di sepanjang perairan pantai, akhir Januari lalu. Dengan sistem sensor radar dan lidar, kamera, dan kompas satelit untuk navigasi, kapal tanpa awak ini melakukan perjalanan sejauh 161 mil laut ke Pelabuhan Sakai dekat Osaka, dari Pelabuhan Tsuruga di Laut Jepang. Di akhir perjalanannya, Mikage menarik dirinya ke tempat berlabuh dengan menggunakan drone yang diterbangkan untuk menjatuhkan tali ke pekerja dermaga yang telah menunggu di bawah untuk mengamankan kapal. Selanjutnya, pada 5 Februari silam, konsorsium yang terdiri antara Nippon Foundation dan mitra industri pengangkutan seperti Mitsui Lines dan Japan Railway Construction, menguji Suzaku, kapal otonomous kedua, yang dilayarkan antara Teluk Tokyo dan Teluk Ise. Konsorsium ini memang sedang membangun dan menguji kapal kargo otonom, feri, dan truk amfibi. Mereka berharap teknologi ini akan membantu menjaga pengiriman barang di masa depan. Meski kapal Norwegia Yara Birkeland diklaim sebagai kapal otonomous pertama di dunia, tapi Mikage dan Suzaku punya alasan lebih kuat untuk dinobatkan dengan gelar tersebut. Meski kapal Yara Birkeland berlayar perdana pada November silam, tapi kapal ini masih berawak di dalamnya. Finlandia dan Norwegia masing-masing menguji feri yang sepenuhnya otonomous dalam jarak masing-masing satu minggu pada 2018. Namun, hingga kini belum ada negara selain Jepang yang mengklaim kapal kontainer dapat berlayar dan berlabuh sendiri tanpa awak di dalamnya. Industri maritim Jepang menunjukkan adanya kebutuhan yang mendesak untuk mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja lantaran usia mereka mulai menua. Namun, perusahaan pelayaran internasional terbesar di dunia belum yakin akan teknologi otonomous, meski mereka sendiri berjuang mempertahankan pekerja yang kelelahan karena tugas di laut yang lama selama pandemi. Perusahaan-perusahaan pelayaran banyak memangkas biaya tenaga kerja di kapal, sehingga biaya yang dikeluarkan jauh lebih sedikit dibanding biaya bahan bakar, perawatan, dan operasional lainnya. Sehingga, mereka mendapatkan keuntungan lebih banyak ketika kapal mereka dibuat berjalan lebih efisien, dibanding menggantikan seluruh tenaga kerja dengan otomatisasi. Selain itu, meningkatkan efisiensi kapal tidak butuh persetujuan peraturan. Bahkan menurut Soren Skou yang menjadi CEO Maersk, meski teknologi memungkinkan pun, ia tak tertarik untuk membuat kapal kontainernya yang sepanjang 400 meter dan berat 200.000 metrik ton akan berlayar tanpa awak. Otonomous, menurutnya, bukan menjadi pendorong efisiensi. Sumber: qz.com

Sumber Berita: https://qz.com/2126751/japan-is-home-to-the-worlds-first-autonomous-container-ships/amp/


     
 
 
 
00 0000
  WBFIWRNDTAJQ
17 Mar 2022
  JETSKI SEADOO GTX 300 2018
14 Mar 2022
  KAPAL CARGO 2000 DWT TAHUN 1993