Berita
30 Sep 2023
Penulis : Folber Siallagan
Siklon Tropis di Laut Filipina Ancam Hujan Badai di Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Siklon Tropis Koinu yang terpantau berada di wilayah Laut Filipina sebelah timur berpotensi memicu hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia, Minggu.
"Siklon tropis Koinu bergerak dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara minimum 1000 mb yang bergerak ke arah Utara Barat Laut hingga Utara," kata Prakirawan BMKG Gumilang Deranadian seperti di Jakarta, Minggu.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Sulawesi Selatan.
Siklon tersebut juga berpeluang memicu ketinggian gelombang signifikan berkisar antara 2,5 -- 4 meter di wilayah Samudra Hindia Barat mulai dari Sumatera bagian utara hingga Sumatera bagian selatan dan memanjang ke wilayah pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.
BMKG juga menginformasikan prakiraan cuaca di sejumlah kota besar di Indonesia, mulai dari hujan di Sumatera terdapat di wilayah Medan, dan Tanjungpinang.
Sementara, Banda Aceh dan Padang cenderung berawan. Pekanbaru berkabut, Bengkulu, Bandar Lampung dan Pangkalpinang berawan.
Prakiraan cuaca di Pulau Jawa umumnya berawan seperti di Semarang, DKI Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Wilayah Serang, DKI Jakarta, Bandung, dan Surabaya cenderung cerah berawan.
Prakiraan cuaca di Denpasar, Mataram, dan Kupang cenderung cerah berawan hingga berawan.
BMKG menyampaikan peringatan dini bagi masyarakat di sekitar untuk mewaspadai hujan disertai petir yang berpeluang melanda Tanjung Selor, sedangkan Pontianak dan Samarinda cenderung berawan.
Prakiraan cuaca di Pulau Sulawesi umumnya berawan seperti di Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado dan Kendari.
Untuk wilayah timur Indonesia, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Ambon, Manokwari dan Jayapura.(*)
Berita Lainnya
20 Mei 2026
Penulis : Folber Siallagan
'Sobat', Tradisi Unik Nelayan Derawan Memburu Tuna
Ada sebuah tradisi unik yang biasa dilakukan oleh para nelayan di kawasan Kepulauan Derawan, Kalimantan Utara. Sebuah tradisi yang biasa disebut 'Sobat'. Di mana, pada musim tertentu, para nelayan turun beramai-ramai membawa pukat tradisional untuk menangkap ikan tuna.
Aktivitas memukat ikan tersebut masih terus dipertahankan oleh kelompok nelayan pesisir hingga sekarang. Selain menjadi sumber penghasilan warga, tradisi itu perlahan berkembang menjadi tontonan yang menarik bagi wisatawan.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan tradisi “sobat” memiliki nilai lebih dari sekadar aktivitas menangkap ikan.
“Tradisi ini kini menjadi destinasi wisata budaya dan wisata bahari di Berau,” katanya, Rabu (20/5).
Tradisi ini biasanya berlangsung mulai Maret hingga Oktober, menyesuaikan musim saat ikan tuna banyak mendekat ke kawasan Pulau Derawan. Di momen tersebut, nelayan akan turun ke laut menggunakan pukat sederhana secara berkelompok. Gerakan menarik jaring bersama-sama di tengah laut dangkal dengan latar pasir putih dan air jernih menjadi pemandangan khas yang sulit ditemukan di daerah lain.
Menurut Gamalis, tradisi seperti ini penting dijaga karena menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir Derawan, termasuk budaya melaut warga Suku Bajau yang selama ini hidup berdampingan dengan laut.
Ia menilai sektor perikanan dan pariwisata di Berau sebenarnya dapat tumbuh beriringan tanpa harus saling menggeser.
“Tradisi masyarakat pesisir seperti ini memperlihatkan kehidupan asli warga Derawan dan justru bisa memperkuat citra wisata daerah,” katanya.
Potensi itu terlihat dari terus meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Derawan. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan tercatat mencapai 45.274 orang atau naik sekitar 32,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Mayoritas berasal dari wisatawan nusantara, sementara ribuan lainnya datang dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, hingga sejumlah negara Eropa. (*)