Berita

6 Mei 2026

Penulis : Folger Siallagan

Inilah Jalur Transportasi Laut Paling Penting di Dunia

Pergerakan barang dan manusia antarnegara di dunia bisa melalui jalur darat, laut, dan udara. Di jalur laut, ada beberapa jalur transportasi yang paling penting di dunia. Selain lokasi yang strategis, jalur ini setiap hari dilewati ribuan kapal penyakit minyak, bahan pangan dan berbagai komoditas penting. Selain Selat Hormuz yang sangat penting untuk jalur transportasi minyak dan gas bumi, berikut adalah jalur laut lain yang paling penting di dunia.

1. Selat Malaka
Ini adalah jalur laut sempit yang menghubungkan tiga negara sekaligus, Indonesia, Singapura dan Malaysia. Selat Malaka menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik.
Selat ini merupakan titik hambat (chokepoint) minyak terbesar di dunia, dengan arus minyak dan cairan mencapai 23,2 juta barel per hari pada paruh pertama 2025.

2. Terusan Suez
Ini adalah laut buatan manusia yang menghubungkan Laut Merah dengan Laut Mediterania. Terusan ini memungkinkan kapal dari Asia bisa memotong jalur langsung ke Eropa tanpa harus memutar jauh melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan.
United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) mencatat bahwa Terusan Suez menampung sekitar 10 persen volume perdagangan global dan 22 persen lalu lintas kontainer dunia pada tahun 2024.

3. Terusan Panama
Ini juga selat buatan manusia yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik. Selat ini memangkas jarak sekitar 4.800 kilometer bagi kapal yang berlayar dari pantai timur AS menuju Jepang dan kawasan Asia Timur lainnya.
Namun, Terusan Panama memiliki kerentanan unik, yaitu ketergantungannya pada ketersediaan air tawar untuk mengoperasikan sistem pintu airnya (lock system).

 4. Selat Bosporus dan Dardanella
Dikenal sebagai Selat Turki, kedua jalur ini menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Mediterania melalui Laut Marmara. Bosporus dan Dardanella merupakan jalur vital bagi suplai minyak dari Rusia dan kawasan Kaspia menuju pasar Eropa Barat dan Selatan.Nilai strategisnya terus meningkat seiring dinamika geopolitik di Laut Hitam, termasuk konflik Rusia-Ukraina. Sebagai satu-satunya akses maritim utama dari Laut Hitam ke Mediterania, jalur ini menjadi penentu kelancaran ekspor energi, gandum, serta berbagai komoditas strategis lainnya.

5. Selat Gibraltar
Selat Gibraltar menghubungkan Samudra Atlantik dengan Laut Mediterania, memisahkan Spanyol di utara dan Maroko di selatan. Jalur ini sebagai penghubung ekonomi besar sekaligus titik akses strategis ke Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah.
Peran Gibraltar tidak terbatas pada perdagangan barang saja, tetapi juga sebagai jalur utama energi, kapal militer, serta infrastruktur penting seperti pipa gas dan kabel listrik lintas benua.

6. Tanjung Harapan
Ini adalah samudera di ujung Benua Afrika, tepatnya di Afrika Selatan.  Ini adalah jalur strategis sebagai rute alternatif utama saat Terusan Suez atau Laut Merah terganggu. Jalur ini menghubungkan Samudra Hindia dengan Atlantik, mengangkut komoditas besar seperti minyak mentah, bijih besi, dan batu bara. (*)

Berita Lainnya

14 Mei 2026

Penulis : Folber Siallagan

Kilic, Drone Bawah Laut Buatan Turki yang Menarik Perhatian Dunia

Perusahaan pertahanan asal Turki, Aselsan, memperkenalkan drone bawah laut dan kapal tempur otonom terbaru yang super canggih. Kapal tanpa awak ini digadang-gadang mampu mengubah wajah peperangan modern di masa depan. 

Dalam ajang eksebisi internasional, SAHA 2026, di Istanbul Turki pada Selasa, 5 Mei 2026 lalu, Aselsan memperkenalkan keluarga sistem bawah laut otonom bernama Kilic serta wahana permukaan tak berawak Tufan.

Kilic menjadi sorotan utama karena dirancang khusus untuk menjalankan misi bawah laut secara senyap dan sulit terdeteksi. Drone ini hadir dalam beberapa varian yang mengutamakan mobilitas tinggi serta kemampuan menyerang dengan tingkat akurasi presisi.

Dalam operasi militer modern, kemampuan seperti ini sangat penting untuk menjalankan misi infiltrasi, sabotase, hingga pengintaian di wilayah berisiko tinggi tanpa melibatkan langsung personel manusia.

Aselsan juga membekali Kilic dengan sensor generasi terbaru, sistem komunikasi canggih, dan teknologi navigasi otomatis yang memungkinkan kendaraan bawah laut tersebut beroperasi secara mandiri. Tidak hanya itu, sistem ini juga mampu bergerak dalam formasi kawanan atau swarm, di mana beberapa unit dapat bekerja sama secara terkoordinasi untuk menjalankan misi tertentu secara simultan.

Konsep swarm dinilai menjadi salah satu masa depan peperangan modern karena memungkinkan serangan lebih efektif, sulit diprediksi, dan mampu menekan risiko kerugian personel.

Di sisi lain, Aselsan turut memperkenalkan Tufan, kapal tanpa awak berkecepatan tinggi yang dirancang untuk menjalankan misi ofensif sekaligus pengawasan intelijen. Wahana ini mampu beroperasi di wilayah pesisir maupun laut lepas dengan kemampuan manuver yang agresif dan tingkat otonomi tinggi.

Tufan juga mendukung operasi berbasis jaringan terintegrasi dan formasi swarm sehingga beberapa unit dapat melakukan pengintaian, pengawasan, hingga serangan presisi dalam waktu bersamaan. Kehadiran Kilic dan Tufan menunjukkan bagaimana teknologi otonom kini mulai menjadi tulang punggung strategi pertahanan modern. Dengan kemampuan operasi tanpa awak yang makin canggih, masa depan peperangan laut diperkirakan akan berubah drastis dalam beberapa tahun mendatang. (*)

13 Mei 2026

Penulis : Folger Siallagan

Bom Ikan Marah di Perairan NTT

Kerusakan ekosistem. Laut di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin parah. Selain pencemaran dan polusi, praktik bom ikan menjadi faktor yang memperparah kerusakan tersebut. Polisi terus memperketat dan menindak tegas para pelaku bom ikan yang makin merajalela di laut NTT.

Yang terbaru adalah seorang nelayan asal Kabupaten Sikka ditetapkan sebagai buronan karena diduga menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda NTT menerbitkan Daftar Pencarian Orang terhadap pria berinisial UM.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, praktik bom ikan menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut di wilayah Flores dan sekitarnya.

Selain menghancurkan terumbu karang, penggunaan bahan peledak juga mengancam keberlanjutan hasil tangkapan nelayan tradisional.
Kerusakan laut di perairan NTT pada 2026 didominasi oleh pencemaran sampah plastik, tumpahan minyak kapal, dan pengeboman ikan, yang menyebabkan terdamparnya paus, rusaknya terumbu karang, serta degradasi ekosistem di Laut Sawu dan Alor. Dampak ini merusak biota laut, memicu penurunan kualitas air, dan mengancam pariwisata. 

Aktivitas pengeboman ikan masih ditemukan, terutama di wilayah utara Flores, yang menghancurkan terumbu karang dan ekosistem laut. Kapal karam, seperti yang terjadi di Selat Pantar, Alor, merusak puluhan spot karang di wilayah suaka alam peairan (SAP).

“Tersangka masuk dalam daftar pencarian orang karena diduga terlibat dalam praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak yang sangat merusak lingkungan laut dan melanggar hukum,” kata Henry dilansir dari Tribrata News NTT.

DPO tersebut diterbitkan berdasarkan nomor DPO/01/VI/2026/Ditpolairud tertanggal 12 Mei 2026.
Dalam perkara itu, tersangka dijerat Pasal 306 KUHP serta Pasal 84 Undang-Undang Perikanan.

Polisi menyebutkan, tersangka diketahui bernama Umar, lahir di Parumaan pada 6 Desember 1984 dan bekerja sebagai nelayan.

Ia diketahui berdomisili terakhir di wilayah Parumaan B, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.
Kabidhumas menegaskan, Polda NTT akan bertindak tegas terhadap seluruh pelaku illegal fishing yang merusak lingkungan laut.

Menurutnya, penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku utama, tetapi juga pihak-pihak yang mencoba membantu tersangka menghindari proses hukum. (*)

12 Mei 2026

Penulis : Folber Siallagan

Jaga Populasi, Lepaskan 183 Ikan Napoleon ke Habitat

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya melepaskan sebanyak 183 ekor ikan napoleon di perairan Pulau Panggang, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati mengatakan, pelepasan ikan napoleon ini merupakan upaya nyata menjaga keberlangsungan sumber daya perikanan serta kelestarian ekosistem laut di Kepulauan Seribu.

KPKP DKI Monitoring Kesehatan Lingkungan Pokdakan Kepulauan Seribu. 
"Ikan napoleon merupakan salah satu spesies yang dilindungi karena populasinya terus menurun, keberadaannya harus dijaga bersama,” ujarnya, Selasa (12/5).

Nurliati menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin peduli terhadap pelestarian biota laut dan habitat perairan.

"Kami berharap masyarakat, khususnya nelayan dapat lebih memahami pentingnya menjaga habitat laut serta tidak menangkap maupun memperjualbelikan ikan yang dilindungi," terangnya.

Wakil Direktur Polairud Polda Metro Jaya, AKBP Bungin Masokan Misalayuk memastikan, akan terus mendukung upaya pelestarian lingkungan laut melalui pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan.

"Penindakan terhadap aktivitas penangkapan ikan dilindungi akan terus kami lakukan. Kami juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian sumber daya laut," ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan ikan napoleon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang.

"Kami berharap kegiatan pelepasliaran ini dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem laut di Kepulauan Seribu," ucapnya. (*) 

11 Mei 2026

Penulis : Folber Siallagan

KRI Canopus-936, Kunci Sukses Ekspedisi Jala Citra

Ekspedisi bawah laut Jala Citra yang digagas TNI AL akan mendapat pasokan kapal baru yang super canggih. Kapal ini adalah KRI Canopus-936 yang dibuat di Batam dan dilengkapi berbagai fitur canggihnya di Jerman.

"Dengan adanya kedatangan KRI Canopus-936 baru ini mudah-mudahan beberapa perairan yang tadinya belum tersentuh bisa dipetakan," kata Kepala Staf TNI AL Laksamana  Muhammad Ali. 

KRI Canopus-936 dibuat di dua tempat. Lambung dan konstruksi di Indonesia, fitting out dan penyelesaian di Jerman.  Diketahui, Ekspedisi Jala Citra merupakan program penelitian hidrografi dan oseanografi tahunan yang bertujuan untuk memperbaharui peta permukaan ataupun bawah laut Indonesia.

Sebelumnya TNI AL hanya mengandalkan dua kapal bantu Hidro Oseanografi yakni KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934. Dua KRI itu dinilai kurang maksimal karena memiliki keterbatasan teknologi sonar di bidang pemetaan bawah laut..

Oleh karena itu dengan adanya KRI Canopus-936, Ali berharap upaya pemetaan wilayah laut bisa dilakukan secara maksimal demi memperkuat penjagaan wilayah teritorial laut Indonesia.

KRI Canopus-936 dilengkapi dengan berbagai teknologi, di antaranya Hydrographic Survey Launcher (HSL), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (AUV) serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

"Peralatan itu digunakan untuk melakukan survei hidrografi, oseanografi, geofisika, hingga pemetaan secara detail di dasar laut," ujar Ali.

Selain memantau wilayah bawah laut, kapal tersebut juga difungsikan untuk operasi militer seperti pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau laut, patroli keamanan, serta dukungan intelijen maritim.

KRI Canopus-936 juga mampu melaksanakan misi pencarian dan pertolongan (SAR) dalam air termasuk deteksi sinyal darurat dan pencarian objek di dasar laut.

Dengan teknologi ini, menurut dia, TNI AL dapat mencari kapal selam yang mengalami kecelakaan dan tenggelam di laut.

Kapal ini juga memiliki kemampuan survei laut dalam dan laut dangkal, termasuk survei di wilayah pesisir menggunakan dua kapal kecil yang dibawa di dalamnya. Selain fungsi ilmiah, kapal ini juga memiliki kemampuan mendukung operasi militer dan keamanan laut, termasuk pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau laut, patroli keamanan, serta dukungan intelijen maritim.

Dalam operasi kemanusiaan, KRI Canopus-936 mampu melaksanakan misi pencarian dan pertolongan (SAR), termasuk deteksi sinyal darurat dan pencarian obyek di dasar laut. (*)