Berita

27 Apr 2026

Penulis : Folber Siallagan

KRI Canopus-936, Kapal Baru Canggih Milik TNI AL

TNI Angkatan Laut (AL) akan segera memiliki kapal baru yang canggih. Namanya KRI Canopus-936, sebuah kapal survei canggih terbaru yang akan dioperasikan oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL. Kapal ini diharapkan meningkatkan kapasitas survei hidro-oseanografi nasional karena memiliki teknologi yang lebih modern

Kapal yang dibuat melalui kerja sama PT Palindo Marine dan Abeking & Rasmussen ini dilaporkan sedang berlayar menuju Indonesia dari pabriknya di Jerman. Sebelum berlabuh di Indonesia, kapal ini transit dahulu di Port Louis, Mauritius, Madagaskar. Pelayaran ini menjadi bagian dari proses pengiriman kapal setelah menyelesaikan pembangunan dan pengujian di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder.

Menurut Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto, dalam siaran persnya, pengoperasian kapal survei modern ini mampu memberikan dukungan penyediaan data dan peta laut untuk keselamatan navigasi pelayaran, operasi TNI Angkatan Laut, serta pengelolaan wilayah perairan Indonesia. KRI Canopus-936 juga disebut sebagai bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Al di bidang survei dan pemetaan laut.

Kapal ini akan menunjang kepentingan pertahanan, keamanan, dan kedaulatan maritim.

"Indonesia membutuhkan sarana survei laut berdaya jelajah samudra yang mampu beroperasi secara mandiri, berkelanjutan, dan presisi tinggi," ucapnya. KRI Canopus-936 dirancang tidak hanya sebagai kapal survei ilmiah, tetapi juga sebagai platform pendukung operasi militer nontempur dan pengawasan maritim. Pembangunan KRI Canopus-936 dilaksanakan selama 36 bulan oleh galangan Palindo Marine, bekerja sama dengan galangan Abeking & Rasmussen dari Jerman sebagai mitra teknologi. (*)

Berita Lainnya

29 Apr 2026

Penulis : Folber Siallagan

Mengapa Banyak Bajak Laut di Somalia?

Baru-baru ini, makin sering terdengar aksi perompak atau bajak laut di Perairan Somalia, Afrika. Itu bukan kabar baru sebenarnya. Sebab, sejak puluhan tahun lalu, pembajakan kapal di /Somalia sudah sering terjadi. Kenapa bajak laut banyak ditemukan di Somalia? Berikut sejarah bajak laut Somalia.

Negara Somalia mempunyao pantai terpanjang di Afrika. Namun sayangnya, para nelayan Somalia kurang gigih dan kerjakeras dalam memanfaatkan potensi perikanan laut di wilayahnya. Potensi maritim di Somalia dibiarkan mangkrak tanpa ada usaha melainkan eksplorasi atau eksploitasi. akibatnya, sektor penangkapan ikan di Somalia tergolong kecil dan kurang berkembang. Nelayan hidup miskin.

Efek lanjutannya adalah, nelayan dan pengusaha asing diberi izin untuk melakukan eksplorasi ikan di perairan Somalia. Hasilnya melimpah. Akhirnya, warga lokal hanya me jadi penonton di tengah pesta hasil laut oleh warga asing. Kapal-kapal asing 'menggantikan' peran nelayan lokal di perairan Somalia hingga 70 tahun lamanya.

Di tengah kesenjangan itu, sebagian nelayan Somalia mulai berpikir untuk 'minta jatah' dari kapal-kapal asing yang bertebaran di laut mereka. Apalagi, akibat ulah kapal-kapal asing itu, terjadi kerusakan ekosistem di laut Somalia yang membuat nelayan kesulitan mencari ikan.

Keadaan nelayan dan sejumlah masyarakat yang bermasalah, mendorong orang-orang Somalia untuk mencoba cara baru dalam menghasilkan uang dengan cara cepat.

Para nelayan kemudian menggandeng milisi dan pemuda pengangguran untuk diajak jadi perompak.

Mereka pun mulai merealisasikan ide untuk membajak kapal asinh dan meminta uang tebusan. Hal itulah yang menjadi awal dari pembajakan di Somalia.

Melansir Marine Insight, sejak tahun 1990an, pembajakan di wilayah Somalia terus mengalami peningkatan. Hal itu dipicu oleh lemahnya pengawasan pemerintah, ketidakstabilan politik, kurangnya lapangan pekerjaan, kecilnya layanan pendidikan dan kesehatan yang mendorong masyarakat untuk melakukan tindak kriminal. (*)

27 Apr 2026

Penulis : Folber Siallagan

KRI Canopus-936, Kapal Baru Canggih Milik TNI AL

TNI Angkatan Laut (AL) akan segera memiliki kapal baru yang canggih. Namanya KRI Canopus-936, sebuah kapal survei canggih terbaru yang akan dioperasikan oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL. Kapal ini diharapkan meningkatkan kapasitas survei hidro-oseanografi nasional karena memiliki teknologi yang lebih modern

Kapal yang dibuat melalui kerja sama PT Palindo Marine dan Abeking & Rasmussen ini dilaporkan sedang berlayar menuju Indonesia dari pabriknya di Jerman. Sebelum berlabuh di Indonesia, kapal ini transit dahulu di Port Louis, Mauritius, Madagaskar. Pelayaran ini menjadi bagian dari proses pengiriman kapal setelah menyelesaikan pembangunan dan pengujian di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder.

Menurut Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto, dalam siaran persnya, pengoperasian kapal survei modern ini mampu memberikan dukungan penyediaan data dan peta laut untuk keselamatan navigasi pelayaran, operasi TNI Angkatan Laut, serta pengelolaan wilayah perairan Indonesia. KRI Canopus-936 juga disebut sebagai bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Al di bidang survei dan pemetaan laut.

Kapal ini akan menunjang kepentingan pertahanan, keamanan, dan kedaulatan maritim.

"Indonesia membutuhkan sarana survei laut berdaya jelajah samudra yang mampu beroperasi secara mandiri, berkelanjutan, dan presisi tinggi," ucapnya. KRI Canopus-936 dirancang tidak hanya sebagai kapal survei ilmiah, tetapi juga sebagai platform pendukung operasi militer nontempur dan pengawasan maritim. Pembangunan KRI Canopus-936 dilaksanakan selama 36 bulan oleh galangan Palindo Marine, bekerja sama dengan galangan Abeking & Rasmussen dari Jerman sebagai mitra teknologi. (*)

26 Apr 2026

Penulis : Folber Siallagan

Merintis Proyek Energi Masa Depan RI dari Laut Dalam

Eksplorasi dan eksploitasi tambang mineral dari darat di Indonesia sudah semakin menipis. Untuk itu, peneliti mengusulkan pemerintah untuk mulai melirik proyek tambang di laut dalam. Sebab, ada temuan sejumlah titik di laut dalam yang memiliki potensi mineral tambang yang sangat besar.

Ketiga lokasi tambang mineral di laut dalam Indonesia ditemukan mulai dari Kawio Barat di kawasan Sangihe, Komba Ridge di Flores, hingga perairan Jailolo di Halmahera Barat dan Cekungan belakang Busur Banda. Di sejumlah titik itu terdapat deposit nodul polimetalik, sulfida masif dasar laut, serta kerak feromangan kaya kobalt. Tiga jenis deposit utama tersebut merupakan 'harta karun' yang menjadi incaran global.

Menurut peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN, Noor Cahyo Dwi Aryanto, temuan deposit harta karun itu berpotensi menjadi kunci masa depan energi Indonesia di masa mendatang. Dikatakan Cahyo Dwi, keterbatasan sumber daya tambang di darat serta meningkatnya kebutuhan mineral untuk teknologi energi mendorong eksplorasi ke laut dalam.

"Era energi fosil telah mencapai batas, dan kini dunia bergerak menuju energi alternatif berbasis mineral," kata Cahyo, Minggu (26/4/2026).

Dijelaskan Cahyo, salah satu temuan penting berasal dari kawasan Komba dan Banda, di mana peneliti menemukan anomali suhu air laut yang justru meningkat seiring bertambahnya kedalaman. Fenomena ini mengindikasikan adanya sistem hidrotermal aktif yang membawa kandungan logam bernilai tinggi.
Mineral yang teridentifikasi dalam sistem tersebut antara lain tembaga, seng, perak hingga emas, komoditas yang sangat dibutuhkan untuk mendukung teknologi energi masa depan, termasuk baterai dan infrastruktur energi bersih.

Meski potensinya besar, eksplorasi laut dalam tidak mudah dilakukan. Cahyo menjelaskan, kegiatan ini memerlukan teknologi canggih seperti Remotely Operated Vehicle (ROV) dan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) untuk menjangkau kedalaman ribuan meter.
Selain itu, aspek regulasi juga menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk wilayah laut lepas yang berada di bawah kewenangan International Seabed Authority.

Sebagai langkah strategis, Indonesia telah menyusun peta jalan eksplorasi mineral laut dalam hingga 2030. Upaya ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga serta penguatan kapasitas riset nasional, termasuk rencana pengadaan kapal riset baru.(*)

22 Apr 2026

Penulis : Folber Siallagan

Proyek Unik Thailand, Terumbu Karang Bertema Ramayana

Ide brilian menggabungkan konsep perlindungan lingkungan bawah laut dengan bisnis wisata dicanangkan dengan sangat baik di Thailand. Bekerjasama dengan Korea Selatan, pemerintah Thailand menyulap kawasan bawah laut di Teluk Siam, Pulau Racha Yai, menjadi surga terumbu karang bertema cerita epik Ramayana.

Proyek restorasi terumbu karang bertajuk 'Magical of Save Underwater World' tersebut dilakukan untuk memecah overload wisatawan yang menumpuk di Pantai Phuket. Tahap pertama, proyek ini memasang terumbu karang buatan raksasa berbentuk patung Hanuman, salah satu tokoh utama dalam cerita Ramayana. Karakter epos Ramayana lainnya seperti Rama, Ravana, dan Suvannamaccha akan menyusul dipasang di dasar laut Teluk Siam.

Pembangunan ini menjadi upaya Thailand dalam menyediakan destinasi wisata ramah lingkungan. Struktur tersebut mencakup 73 bagian yang terdiri dari patung utama Hanoman serta terumbu karang buatan hasil cetak tiga dimensi (3D) pada kedalaman 19 meter.

Menurut ketua pelaksana proyek, Sasawat Limpanich, instalasi tersebut memiliki fungsi ekologis untuk mempercepat pertumbuhan karang. Desain struktur memungkinkan biota laut menjadikan lokasi ini sebagai habitat permanen.

"struktur tersebut dirancang sebagai rumah baru untuk bagi biota laut. Dengan begitu, terumbu karang dapat menempel dan tumbuh secara alami di area tersebut," ujar Sasawat.

Lokasi ini juga diproyeksikan sebagai pemecah konsentrasi wisatawan agar tidak menumpuk di area terumbu karang asli. Langkah tersebut diambil guna menekan kerusakan ekosistem akibat aktivitas manusia secara langsung di wilayah perairan Phuket.

"Selain itu, lokasi ini juga dimaksudkan sebagai alternatif destinasi menyelam yang apik serta mengurangi dampak langsung manusia pada area terumbu karang asli. Bukan hanya itu, nantinya juga di tempat ini akan menjadi tempat edukasi untuk meningkatkan kesadaran perihal konservasi laut bagi masyarakat dan juga wisatawan," kata Sasawat. (*)