Berita
27 Mar 2026
Penulis : Folber Siallagan
Pemudik Masuk Jawa via Kapal Pelni Capai 316 Ribu Orang
PT Pelni (Persero) atau PT Pelayaran Nasional Indonesia mencatat kinerja positif selama periode arus mudik Lebaran 1447 H. Jika dihitung dari periode keberangkatan 6 hingga 22 Maret 2026, BUMN pelayaran ini telah melayani total 316.602 penumpang masuk ke Jawa.
Angka ini mencapai 0,5 persen jika dibandingkan realisasi penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 315.128 penumpang.
"Selama arus mudik pada 6 hingga 22 Maret 2026, kami telah melayani total 316.602 penumpang," ujar Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda di Jakarta, Senin (23/3).
Pada arus mudik, pelabuhan keberangkatan terpadat tercatat di Balikpapan, sementara pelabuhan kedatangan terpadat berada di Surabaya.
"Adapun untuk ruas pelayaran, rute Batam-Belawan menjadi salah satu yang paling diminati oleh para pemudik," ujarnya.
Selama periode mudik perseroan memberikan diskon tiket sebesar 30 persen sesuai arahan pemerintah. Hal itu disambut oleh pemudik.
"Uang tak ada karena ekonomi belum baik tapi tetap ingin pulang, kami manfaatkan program ini," ujar Khaidir, salah seorang penumpang asal Senen, Jakarta Pusat, di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok.
Biasanya, sambung Khaidir, tiket kapal Pelni dari Tanjung Priok ke Ambon Rp892 ribu. Namun, pada Rabu lalu, harga tiket rute yang sama hanya Rp590 rribu
Sementara itu untuk PT Pelni Cabang Semarang sendiri melayani 12ribu penumpang arus mudik Lebaran 2026. Kepala Cabang PT Pelni Semarang Yuniati Fatimah menyampaikan puncak arus mudik Idulfitri 1447 H di Semarang terjadi pada 19 Maret 2026 atau H-2 Lebaran.
"Pada arus mudik ini mayoritas berasal dari Kumai, bahkan sampai dengan H-1 lebaran jumlah pemudik dari Kumai menuju Semarang masih tergolong cukup tinggi yaitu 1.398 penumpang," ujar Yuni, Jumat (27/3/2026).
Dia menjelaskan, pada periode arus balik Lebaran dengan keberangkatan 23 Maret hingga 6 April 2026, Pelni menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadirkan Mudik Nyaman Bersama.
Upaya tersebut antara lain penguatan koordinasi dengan stakeholder, penambahan personel pelayanan dan tenaga pengamanan, serta memastikan kelaiklautan armada guna menjaga kelancaran perjalanan penumpang.
"Puncak arus balik kami prediksi akan terjadi 29 Maret s.d 05 April 2026 dengan proyeksi sebanyak 6ribu penumpang dengan tujuan favorit Kumai, disusul Sampit dan kemudian Pontianak," ucap Yuni. (*)
Berita Lainnya