Berita
5 Mar 2026
Penulis : Folber Siallagan
Budidaya Bandeng Laut Premium Trend Baru Nelayan Bali
Potensi perikanan laut Bali Utara kembali menunjukkan geliatnya. Komoditas bandeng laut premium kini menjadi primadona bagi nelayan tambak di Bali. Peminat yang tinggi dengan komoditas masih terbatas membuat bandeng laut premium menjadi andalan bagi nelayan setempat.
Budidaya Bandeng Laut Premium Bali yang dikembangkan melalui metode Keramba Jaring Apung (KJA) mencatat panen perdana sebanyak 3 ton ikan bandeng, (4/3). Hasil panen tersebut langsung diserap industri pengolahan.
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Provinsi Bali, I Putu Sumardiana, seluruh hasil panen dijual seharga Rp 25 ribu per kilogram dan langsung dikirim ke pabrik untuk diolah menjadi produk bandeng duri cabut.
Menurutnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa laut Bali Utara menyimpan potensi besar untuk budidaya bandeng laut premium. Selama ini Bali lebih dikenal sebagai salah satu sentra pembenihan bandeng terbesar di Indonesia.
“Hasil produksi benih (nener) mencapai miliaran ekor per tahun. Ini untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor Asia Tenggara seperti ke Filipina dan Taiwan,” ujarnya.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, pelaku usaha pembenihan menghadapi tekanan fluktuasi harga benih yang berdampak pada stabilitas pendapatan. Kondisi tersebut mendorong pembudidaya melakukan transformasi usaha dari sekadar pembenihan menuju pembesaran bandeng laut premium. “Ini menjadi terobosan strategis,” ujarnya
Sumardiana menjelaskan, sistem budidaya bandeng di laut memiliki keunggulan dibandingkan budidaya tambak darat yang kerap menimbulkan keluhan rasa tanah pada ikan.
“Sistem budidaya di laut menghasilkan kualitas daging lebih bersih, tekstur lebih baik, dan cita rasa lebih unggul,” bebernya.
Selain kualitas rasa, bandeng juga memiliki kandungan gizi tinggi protein dan kaya omega-3. Bahkan, menurutnya, komoditas ini cukup kompetitif dibandingkan ikan impor seperti salmon, dengan harga yang jauh lebih ekonomis
"Namun perlu fasilitasi dan dukungan pemenuhan sertifikasi mutu agar dapat menembus pasar yang lebih luas. Di sisi lain, dukungan produksi KJA bandeng laut perlu ditingkatkan agar mampu menopang rantai pasok yang lebih kuat,” beber Birokrat asal Sepang, Buleleng itu.
Ekosistem usaha bandeng laut premium di Bali Utara, khususnya yang tersentral di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, kini mulai terbentuk dari hulu hingga hilir. Rantai usaha mencakup penyediaan induk, pembenihan, pembesaran di KJA, hingga pengolahan bernilai tambah seperti abon bandeng dan produk cabut duri. (*)
Berita Lainnya