Berita
8 Mar 2026
Penulis : Folber Siallagan
Kemenhub: 841 Kapal Laik Jalan Siap Angkut 3,2 Juta Pemudik
Kementerian Perhubungan memastikan 841 kapal penumpang siap dan lain jalan untuk mengangkut 3,2 juta calon pemudik ke seluruh pelabuhan di Indonesia. Saat ini, Kemenhub telah merampungkan proses uji kelaiklautan armada kapal tersebut.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran.
Menhub Dudy menekankan bahwa moda angkutan laut memiliki peran strategis, terutama dalam menjangkau wilayah kepulauan, daerah terpencil, terluar, dan perbatasan“Kita harus memastikan bahwa layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Sebagai upaya memberikan stimulus ekonomi sekaligus meringankan beban masyarakat, pemerintah kembali menyelenggarakan program tiket gratis dengan kuota lebih dari 66 ribu penumpang. Pendaftaran program ini mulai dibuka pada 6 Maret 2026, dengan jadwal keberangkatan antara 11 Maret hingga 6 April 2026.
Selain itu, tersedia pula diskon tarif sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal PSO PT Pelni kelas ekonomi yang mencakup lebih dari 445 ribu tiket.
“Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata,” kata Menhub.
Untuk kesekian kalinya, kata Menhub, dia menegaskan tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan.
"Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama dan tidak dapat ditawar,” ujar Menhub Dudy. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan langkah antisipatif menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kelaiklautan armada, pengecekan perlengkapan keselamatan, hingga kompetensi awak kapal.
Selain itu, fasilitas di pelabuhan seperti terminal penumpang, ruang tunggu, dan fasilitas kesehatan harus dipastikan dalam kondisi optimal. Baca Juga: Spoiler Spesifikasi OnePlus 15T: Baterai Monster 7.500 mAh, Teknologi Glacier Terbaru Menhub juga berpesan agar pelayanan dilakukan secara humanis dan inklusif bagi kelompok rentan, serta mengingatkan pentingnya integritas bagi seluruh petugas di lapangan. (*)
Berita Lainnya