Berita
1 Feb 2026
Penulis : Folber Siallagan
Cuaca Buruk, Nelayan Banten Sebulan Tidak Bisa Melaut
Cuaca buruk dan gelombang tinggi masih menghantui nelayan yang biasa mencari ikan di sekitar Selat Sunda, khususnya pesisir Barat dan Selatan. Bahkan, sudah sebulan terakhir mereka selalu gagal mendapatkan tangkapan ikan karena cuaca yang tidak mendukung.
Para nelayan yang paling terdampak cuaca buruk tersebut paling banyak berasal dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, Banten. Dalam sebulan terakhir, mereka nyaris tidak melaut akibat angin kencang disertai gelombang tinggi dan curah hujan tinggi.
"Kami selama tidak melaut dihabiskan waktu untuk memperbaiki jaring yang mengalami kerusakan," kata Amat (55), seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu seperti dikutip Antara. Mereka memilih tidak melaut guna menghindari kecelakaan laut.
Cuaca ekstrem tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan ribuan nelayan Pandeglang dan akhirnya mereka lebih memilih tidak melaut.
"Kami jika melaut dipastikan merugi juga tangkapan nihil akibat gelombang tinggi disertai angin kencang itu," katanya.
Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun Kabupaten Lebak Wading mengatakan nelayan tradisional yang tidak melaut, karena angin kencang dan gelombang laut tinggi hingga 4.0 meter, sehingga memilih tinggal di rumah dibandingkan melaut.
Mereka nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil dengan mesin motor tempel itu tidak berani melaut guna menghindari kecelakaan laut.
"Semua nelayan yang tidak melaut itu sebagai anggota koperasi dan kini mereka usaha lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga," kata Wading.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah mengingatkan nelayan agar menggunakan alat keselamatan saat melaut, di antaranya pakaian pelampung.
Saat ini, jumlah nelayan 3.600 orang di pesisir selatan Kabupaten Lebak mulai Pantai Binuangeun, Karangmalang, Bagedur, Cihara, Suka Hujan, Pasput, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Karangtaraje, Pulomanuk, dan Sawarna yang melaut relatif kecil, karena gelombang tinggi hingga 4,0 meter. (bro)
Berita Lainnya