Berita
3 Feb 2026
Penulis : Folber Siallagan
Lamun, Paru-paru Laut yang Kerap Diabaikan
Hamparan lamun atau biasa disebut padang lamun, kerap disamakan dengan rumput laut atau ganggang laut. Padahal mereka berbeda jauh, baik secara struktur generik maupun kekerabatan.
Padang lamun merupakan elemen vital bagi ekosistem pesisir karena fungsinya sebagai penyedia oksigen, sumber makanan, hingga benteng perlindungan garis pantai.
Hingga saat ini, para ilmuwan telah mengidentifikasi sekitar 72 spesies lamun di seluruh dunia. Varietasnya pun sangat beragam, mulai dari star grass berdaun pendek di Karibia hingga eelgrass yang sanggup bertahan di perairan dingin Lingkaran Arktik. Hebatnya, lamun dapat ditemukan di setiap benua di bumi, kecuali Antartika.
Lamun bekerja dalam dua cara untuk menjaga daratan dari ancaman abrasi dan badai. Kanopi daunnya yang rapat berfungsi meredam energi gelombang sebelum mencapai pantai.
Sementara itu, sistem perakarannya bertugas mengunci pasir di dasar laut. "Jika hanya ada pasir kosong, material itu akan mudah berpindah. Namun, keberadaan lamun yang padat akan menahannya di tempat," jelas penelitian Lamun dari Inggris, Duffy, dalam laporan Smithsonian Magazine.
Ekosistem ini adalah tempat penitipan anak sekaligus kantin bagi berbagai fauna. Penyu dan duyung (manatee) menjadikannya sebagai ladang penggembalaan, sementara bayi kepiting biru menggunakannya untuk bersembunyi dari predator. Bahkan hiu muda sering mendatangi padang lamun karena kelimpahan mangsa yang tersedia di sana.
Hampir di setiap negara yang memiliki padang lamun, pasti terdapat aktivitas perikanan di sana. Masyarakat pesisir dan nelayan subsisten sangat bergantung pada melimpahnya sumber protein di area yang mudah dijangkau dari bibir pantai ini. Selain nelayan kecil, sektor perikanan komersial dan rekreasi juga sangat diuntungkan oleh keberadaan ekosistem ini.
Sama seperti hutan di daratan, lamun adalah sekutu penting dalam melawan perubahan iklim. Spesies menahun seperti Posidonia di Mediterania memiliki lapisan rimpang tebal yang menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar.
Meski kapasitas penyimpanan karbon pada spesies lain seperti eelgrass masih terus diteliti lebih lanjut, potensinya sebagai penyerap emisi tetap menjadi fokus utama para ilmuwan.
Berdasarkan studi tahun 2017, padang lamun terbukti mampu memangkas kelimpahan bakteri penyebab penyakit hingga 50 persen. Efek kesehatan ini tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi juga lingkungan sekitar. Terumbu karang yang bertetangga dengan padang lamun tercatat jauh lebih sehat dibandingkan karang yang tumbuh tanpa kehadiran lamun di sekitarnya.
Musuh terbesar lamun adalah air yang keruh akibat pembangunan pesisir dan limbah. Sebagai tumbuhan yang berfotosintesis, lamun sangat bergantung pada cahaya matahari. Aliran limbah pupuk, kotoran, dan sedimen dapat menutupi akses cahaya tersebut. Namun, lamun memiliki kemampuan pemulihan yang baik jika pemerintah setempat berhasil menekan kadar nitrogen dan fosfor di perairan. (*)
Berita Lainnya