Berita

17 Mei 2026

Penulis : Folber Siallagan

Duta Maritim Indonesia Ajak Pemuda Peduli Isu Kelautan

Duta Maritim Indonesia 2025, Vina Avitasari dan Muhammad Rizky, mengajak generasi muda lebih peduli terhadap isu kemaritiman dan lingkungan pesisir.

“Indonesia bukan hanya negara maritim, tapi harus menjadi poros maritim dunia,” kata Vina dalam sebuah wawancara dalam sebuah talkshow di salah satu radio tanah air.

Vina Avitasari mengatakan, menjadi Duta Maritim Indonesia bukan sekadar gelar, tetapi bentuk tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, anak muda harus mulai mengambil peran dalam menjaga lingkungan pesisir, termasuk melalui langkah sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga ekosistem laut. “Kalau bukan anak muda yang menjaga laut Indonesia, siapa lagi,” ucapnya.

Vina juga menilai Provinsi Banten memiliki potensi maritim yang besar karena memiliki garis pantai panjang serta kawasan pelabuhan strategis.

Namun, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui perhatian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Selain edukasi, keduanya juga aktif mengembangkan inovasi pengolahan limbah kerang menjadi pupuk dan briket sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pengelolaan lingkungan maritim. Mereka berharap semakin banyak anak muda terlibat dalam gerakan menjaga laut dan pesisir Indonesia secara berkelanjutan.

Sementara itu, Muhammad Rizky mengatakan, peran anak muda sangat penting dalam menjaga potensi maritim Indonesia yang luas. Menurutnya, generasi muda tidak hanya harus bangga menjadi bagian dari negara maritim, tetapi juga ikut terlibat dalam menjaga dan mengembangkan sektor tersebut.

Rizky menjelaskan, Duta Maritim Indonesia memiliki tugas menyuarakan isu-isu kemaritiman mulai dari pembangunan pesisir, edukasi lingkungan, hingga inovasi ekonomi berbasis laut. Ia menilai masih banyak generasi muda yang belum memahami potensi besar sektor maritim Indonesia.
Karena itu, ia bersama komunitas yang dibinanya aktif melakukan edukasi kepada anak-anak dan pemuda, khususnya di wilayah perkotaan. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa Indonesia memiliki kekayaan laut yang harus dijaga bersama.

“Kita ingin anak-anak tahu kalau Indonesia punya laut yang luas dan banyak potensi,” pungkasnya. (*)

Berita Lainnya

17 Mei 2026

Penulis : Folber Siallagan

Duta Maritim Indonesia Ajak Pemuda Peduli Isu Kelautan

Duta Maritim Indonesia 2025, Vina Avitasari dan Muhammad Rizky, mengajak generasi muda lebih peduli terhadap isu kemaritiman dan lingkungan pesisir.

“Indonesia bukan hanya negara maritim, tapi harus menjadi poros maritim dunia,” kata Vina dalam sebuah wawancara dalam sebuah talkshow di salah satu radio tanah air.

Vina Avitasari mengatakan, menjadi Duta Maritim Indonesia bukan sekadar gelar, tetapi bentuk tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, anak muda harus mulai mengambil peran dalam menjaga lingkungan pesisir, termasuk melalui langkah sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga ekosistem laut. “Kalau bukan anak muda yang menjaga laut Indonesia, siapa lagi,” ucapnya.

Vina juga menilai Provinsi Banten memiliki potensi maritim yang besar karena memiliki garis pantai panjang serta kawasan pelabuhan strategis.

Namun, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui perhatian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Selain edukasi, keduanya juga aktif mengembangkan inovasi pengolahan limbah kerang menjadi pupuk dan briket sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pengelolaan lingkungan maritim. Mereka berharap semakin banyak anak muda terlibat dalam gerakan menjaga laut dan pesisir Indonesia secara berkelanjutan.

Sementara itu, Muhammad Rizky mengatakan, peran anak muda sangat penting dalam menjaga potensi maritim Indonesia yang luas. Menurutnya, generasi muda tidak hanya harus bangga menjadi bagian dari negara maritim, tetapi juga ikut terlibat dalam menjaga dan mengembangkan sektor tersebut.

Rizky menjelaskan, Duta Maritim Indonesia memiliki tugas menyuarakan isu-isu kemaritiman mulai dari pembangunan pesisir, edukasi lingkungan, hingga inovasi ekonomi berbasis laut. Ia menilai masih banyak generasi muda yang belum memahami potensi besar sektor maritim Indonesia.
Karena itu, ia bersama komunitas yang dibinanya aktif melakukan edukasi kepada anak-anak dan pemuda, khususnya di wilayah perkotaan. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa Indonesia memiliki kekayaan laut yang harus dijaga bersama.

“Kita ingin anak-anak tahu kalau Indonesia punya laut yang luas dan banyak potensi,” pungkasnya. (*)

14 Mei 2026

Penulis : Folber Siallagan

Kilic, Drone Bawah Laut Buatan Turki yang Menarik Perhatian Dunia

Perusahaan pertahanan asal Turki, Aselsan, memperkenalkan drone bawah laut dan kapal tempur otonom terbaru yang super canggih. Kapal tanpa awak ini digadang-gadang mampu mengubah wajah peperangan modern di masa depan. 

Dalam ajang eksebisi internasional, SAHA 2026, di Istanbul Turki pada Selasa, 5 Mei 2026 lalu, Aselsan memperkenalkan keluarga sistem bawah laut otonom bernama Kilic serta wahana permukaan tak berawak Tufan.

Kilic menjadi sorotan utama karena dirancang khusus untuk menjalankan misi bawah laut secara senyap dan sulit terdeteksi. Drone ini hadir dalam beberapa varian yang mengutamakan mobilitas tinggi serta kemampuan menyerang dengan tingkat akurasi presisi.

Dalam operasi militer modern, kemampuan seperti ini sangat penting untuk menjalankan misi infiltrasi, sabotase, hingga pengintaian di wilayah berisiko tinggi tanpa melibatkan langsung personel manusia.

Aselsan juga membekali Kilic dengan sensor generasi terbaru, sistem komunikasi canggih, dan teknologi navigasi otomatis yang memungkinkan kendaraan bawah laut tersebut beroperasi secara mandiri. Tidak hanya itu, sistem ini juga mampu bergerak dalam formasi kawanan atau swarm, di mana beberapa unit dapat bekerja sama secara terkoordinasi untuk menjalankan misi tertentu secara simultan.

Konsep swarm dinilai menjadi salah satu masa depan peperangan modern karena memungkinkan serangan lebih efektif, sulit diprediksi, dan mampu menekan risiko kerugian personel.

Di sisi lain, Aselsan turut memperkenalkan Tufan, kapal tanpa awak berkecepatan tinggi yang dirancang untuk menjalankan misi ofensif sekaligus pengawasan intelijen. Wahana ini mampu beroperasi di wilayah pesisir maupun laut lepas dengan kemampuan manuver yang agresif dan tingkat otonomi tinggi.

Tufan juga mendukung operasi berbasis jaringan terintegrasi dan formasi swarm sehingga beberapa unit dapat melakukan pengintaian, pengawasan, hingga serangan presisi dalam waktu bersamaan. Kehadiran Kilic dan Tufan menunjukkan bagaimana teknologi otonom kini mulai menjadi tulang punggung strategi pertahanan modern. Dengan kemampuan operasi tanpa awak yang makin canggih, masa depan peperangan laut diperkirakan akan berubah drastis dalam beberapa tahun mendatang. (*)

13 Mei 2026

Penulis : Folger Siallagan

Bom Ikan Marah di Perairan NTT

Kerusakan ekosistem. Laut di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin parah. Selain pencemaran dan polusi, praktik bom ikan menjadi faktor yang memperparah kerusakan tersebut. Polisi terus memperketat dan menindak tegas para pelaku bom ikan yang makin merajalela di laut NTT.

Yang terbaru adalah seorang nelayan asal Kabupaten Sikka ditetapkan sebagai buronan karena diduga menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda NTT menerbitkan Daftar Pencarian Orang terhadap pria berinisial UM.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, praktik bom ikan menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut di wilayah Flores dan sekitarnya.

Selain menghancurkan terumbu karang, penggunaan bahan peledak juga mengancam keberlanjutan hasil tangkapan nelayan tradisional.
Kerusakan laut di perairan NTT pada 2026 didominasi oleh pencemaran sampah plastik, tumpahan minyak kapal, dan pengeboman ikan, yang menyebabkan terdamparnya paus, rusaknya terumbu karang, serta degradasi ekosistem di Laut Sawu dan Alor. Dampak ini merusak biota laut, memicu penurunan kualitas air, dan mengancam pariwisata. 

Aktivitas pengeboman ikan masih ditemukan, terutama di wilayah utara Flores, yang menghancurkan terumbu karang dan ekosistem laut. Kapal karam, seperti yang terjadi di Selat Pantar, Alor, merusak puluhan spot karang di wilayah suaka alam peairan (SAP).

“Tersangka masuk dalam daftar pencarian orang karena diduga terlibat dalam praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak yang sangat merusak lingkungan laut dan melanggar hukum,” kata Henry dilansir dari Tribrata News NTT.

DPO tersebut diterbitkan berdasarkan nomor DPO/01/VI/2026/Ditpolairud tertanggal 12 Mei 2026.
Dalam perkara itu, tersangka dijerat Pasal 306 KUHP serta Pasal 84 Undang-Undang Perikanan.

Polisi menyebutkan, tersangka diketahui bernama Umar, lahir di Parumaan pada 6 Desember 1984 dan bekerja sebagai nelayan.

Ia diketahui berdomisili terakhir di wilayah Parumaan B, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.
Kabidhumas menegaskan, Polda NTT akan bertindak tegas terhadap seluruh pelaku illegal fishing yang merusak lingkungan laut.

Menurutnya, penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku utama, tetapi juga pihak-pihak yang mencoba membantu tersangka menghindari proses hukum. (*)

12 Mei 2026

Penulis : Folber Siallagan

Jaga Populasi, Lepaskan 183 Ikan Napoleon ke Habitat

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya melepaskan sebanyak 183 ekor ikan napoleon di perairan Pulau Panggang, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati mengatakan, pelepasan ikan napoleon ini merupakan upaya nyata menjaga keberlangsungan sumber daya perikanan serta kelestarian ekosistem laut di Kepulauan Seribu.

KPKP DKI Monitoring Kesehatan Lingkungan Pokdakan Kepulauan Seribu. 
"Ikan napoleon merupakan salah satu spesies yang dilindungi karena populasinya terus menurun, keberadaannya harus dijaga bersama,” ujarnya, Selasa (12/5).

Nurliati menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin peduli terhadap pelestarian biota laut dan habitat perairan.

"Kami berharap masyarakat, khususnya nelayan dapat lebih memahami pentingnya menjaga habitat laut serta tidak menangkap maupun memperjualbelikan ikan yang dilindungi," terangnya.

Wakil Direktur Polairud Polda Metro Jaya, AKBP Bungin Masokan Misalayuk memastikan, akan terus mendukung upaya pelestarian lingkungan laut melalui pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan.

"Penindakan terhadap aktivitas penangkapan ikan dilindungi akan terus kami lakukan. Kami juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian sumber daya laut," ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan ikan napoleon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang.

"Kami berharap kegiatan pelepasliaran ini dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem laut di Kepulauan Seribu," ucapnya. (*)